<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-32813655</id><updated>2011-04-22T08:36:28.837+07:00</updated><title type='text'>Strategi Manajemen SDM</title><subtitle type='html'>Sebuah forum untuk mengeksplorasi beragam opini dan gagasan tentang manajemen SDM. Didesain dengan spirit untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman serta melakukan pertukaran ide tentang praktek manajemen SDM.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gagasansdm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32813655/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gagasansdm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Praktisi Manajemen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05227281979287870793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32813655.post-115631404115642111</id><published>2006-08-23T13:19:00.000+07:00</published><updated>2006-08-25T10:46:39.643+07:00</updated><title type='text'>Great Organization, Great People</title><content type='html'>&lt;em&gt;Great organizations are always built by great people&lt;/em&gt;. Kejayaan Yahoo misalnya lahir dari visi seorang brilian bernama Jerry Yang dan rekannya David Filo. GE menjadi kian berkibar karena kejeniusan Jack Welch. Group musik the Rolling Stones menjadi band paling abadi karena orang-orang dibelakangnya : Mick Jagger, Keith Richard, dan dua orang kawannya. Pun demikian, kesebelasan Brazil menjadi super team lantaran kumpulan manusia didalamnya : mulai dari seniman bola Ronaldinho, hingga si kancil Roberto Carlos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi diatas menunjukkan dengan jelas bahwa kisah keharuman suatu organisasi – entah organisasi itu berupa perusahaan, grup musik atau kesebelasan sepakbola – selalu ditebarkan oleh kumpulan great people, barisan sumber daya manusia yang mumpuni dan bertalenta tinggi. Persoalannya, melahirkan barisan great people ternyata tidak gampang. Lahirnya sang legenda Jack Welch atau Ronaldinho tentu tak tiba-tiba datang dari langit ketujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks organisasi perusahaan, proses penciptaan dan pengembangan great people akan amat ditentukan oleh tiga elemen kunci berikut. Elemen yang pertama adalah adanya koneksi antara strategi bisnis di masa depan dengan strategi pengembangan SDM yang akan dijalankan. Dengan kata lain, strategi dan program pengembangan SDM hanya akan memiliki makna jika ia selalu diintegrasikan dengan kebutuhan strategis perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis yang makin berat – baik dari sisi ekonomi makro maupun persaingan antar perusahaan. Dalam proses ini, kebijakan dan roadmap strategi perusahaan akan menjadi sumber masukan bagi para pengelola SDM dalam meracik rangkaian program pengembangan yang akan dijalankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen kedua adalah ketersediaan infrastruktur dan sistem pengembangan SDM yang solid dan dijalankan dengan konsistensi tinggi. Elemen inilah yang akan memastikan bahwa serangkaian strategi dan program pengembangan SDM yang telah disusun dapat dieksekusi dengan tingkat presisi yang tinggi; dan berkelanjutan. Tanpa dukungan infrastruktur dan sistem pengelolaan SDM yang solid, maka proses pengembangan SDM acapkali hanya akan bersifat parsial, terjebak dalam rutinitas administrasi, dan karenanya gagal menciptakan value bagi pemekaran roda bisnis perusahaan. Pada titik ini, pengelola SDM justru akan tergelincir dalam peran yang marginal; dan tidak akan pernah mampu memberikan kontribusi apapun bagi kemajuan bisnis perusahaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen terakhir yang juga kritikal adalah adanya dukungan dari top manajemen, dan juga dari seluruh manajer lini perusahaan. Sebab, proses pengembangan SDM memang bukan tugas manajer SDM semata, namun merupakan tugas bagi setiap manajer perusahaan – dari manajer atas hingga manajer level bawah. Komitmen dari top manajemen juga mesti diwujudkan dalam keterlibatan aktif untuk mengembangkan mutu  SDM. Jack Welch misalnya, ketika menjadi CEO perusahaan GE mengalokasikan hampir 70 % waktunya untuk urusan pengembangan SDM. Ia berujar urusan pengembangan SDM terlalu penting untuk diserahkan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya mesti dikatakan bahwa proses mencetak dan mengembangkan great people memang bukan tugas yang ringan dan sederhana. Namun proses ini pada akhirnya harus terus dijalankan, jika kita ingin membangun sebuah imperium bisnis yang berkibar dan harum namanya. Seharum group legendaris Rolling Stones atau setenar tim super kesebelasan Brazil atau sehebat perusahaan kelas dunis General Electric.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32813655-115631404115642111?l=gagasansdm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gagasansdm.blogspot.com/feeds/115631404115642111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32813655&amp;postID=115631404115642111' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32813655/posts/default/115631404115642111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32813655/posts/default/115631404115642111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gagasansdm.blogspot.com/2006/08/great-organization-great-people.html' title='Great Organization, Great People'/><author><name>Praktisi Manajemen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05227281979287870793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32813655.post-115578514698057347</id><published>2006-08-17T10:23:00.000+07:00</published><updated>2006-08-17T12:24:32.966+07:00</updated><title type='text'>HUMAN Capital : Sebuah Dongeng tentang Bill Gates dan John Lennon</title><content type='html'>Siapa yang tidak kenal Bill Gates? Banyak orang mengenalnya sebagai brilliant man yang pada usia 25 tahun nekad drop out dari Harvard University; dan memutuskan untuk membangun perusahaan yang kelak kita kenal sebagai salah satu most valuable company on earth, Microsoft. Pria visioner ini juga acap diakui sebagai salah satu arsitek utama dibalik kemajuan industri teknologi informasi global. Dan pasti, Bill Gates juga banyak dikenal sebagai orang terkaya di dunia, dengan total kekayaan kurang lebih lima ratus trilyun rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa pula yang tak kenal mendiang John Lennon? Musisi jenius ini dikenal sebagai salah satu seniman terbesar abad 20. Bersama tiga sobatnya, Paul Mc Cartney, Ringo Starr dan George Harrison, ia membangun the Beatles sebagai grup musik paling legendaris di dunia, dan juga salah satu band terkaya di muka bumi. Lewat kecerdasannya, ia meracik lagu-lagu abadi semacam Come Together dan Imagine. Tak heran, jutaan orang menangisi kepergiannya yang tragis di tahun 1980.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hubungan Bill "Microsoft" Gates dan John "the Beatles’” Lennon? Lelaki dari kota Seattle dan Liverpool ini disebut disini karena keduanya mewakili sebuah tema yang kini makin terasa penting : yakni tentang apa itu makna sebenarnya dari human capital atau modal manusia. Tak pelak, keduanya menunjukkan contoh yang paling jitu, bahwa human capital atau modal manusia-lah yang pada akhirnya akan menentukan kemajuan peradaban dan kebudayaan; bukan aset fisik, kecanggihan teknologi ataupun modal finansial. Keduanya juga memberikan ilustrasi betapa jika dikelola dengan brilian, potensi dan kekuatan human capital akan mampu memberikan value added yang bersifat dramatik, dan mampu memicu tumbuhnya sebuah kekuatan bisnis dalam skala yang masif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microsoft mungkin tak akan sedahsyat sekarang jika ia tidak dikendalikan oleh kejeniusan seorang Bill Gates. Demikian pula tanpa kejeniusan John Lennon, grup band the Beatles barangkali tak akan pernah dikenang oleh jutaan manusia di muka bumi hingga hari ini. Kisah diatas dengan kata lain menegaskan arti penting dari konsep human capital : yakni bahwa modal kapabilitas, ketrampilan dan kecerdasan sumber daya manusia merupakan elemen fundamental bagi kejayaan sebuah organisasi -- entah organisasi itu berupa perusahaan global atau sebuah grup band musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kini adalah : apa yang mesti dilakukan agar kita bisa mereproduksi sumber daya manusia sekelas Bill Gates atau John Lennon? Sebuah pertanyaan yang layak dikibarkan di hari ini, tepat 61 tahun Indonesia meraih kemerdekannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32813655-115578514698057347?l=gagasansdm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gagasansdm.blogspot.com/feeds/115578514698057347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32813655&amp;postID=115578514698057347' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32813655/posts/default/115578514698057347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32813655/posts/default/115578514698057347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gagasansdm.blogspot.com/2006/08/human-capital-sebuah-dongeng-tentang.html' title='HUMAN Capital : Sebuah Dongeng tentang Bill Gates dan John Lennon'/><author><name>Praktisi Manajemen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05227281979287870793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32813655.post-115571013865879217</id><published>2006-08-16T13:32:00.000+07:00</published><updated>2006-08-18T14:58:44.126+07:00</updated><title type='text'>Corporate INNOVATION</title><content type='html'>Hidup barangkali kini terasa makin nyaman, dan untuk itu kita layak memberikan ucapan terima kasih pada para inovator yang telah mempersembahkan aneka produk inovatif dihadapan kita. Sepuluh tahun silam, kita mungkin tak pernah membayangkan betapa kita bisa melayangkan sederet kalimat romantis pada kekasih kita melalui medium SMS. Atau, juga melakukan chatting dengan kawan diseberang samudera melalui fasilitas internet. Karena itu, siapa tahu dua puluh lima tahun lagi kita bisa menikmati mobil terbang, melayang diatas jalanan kota Jakarta sambil menikmati pendaran emas menara Monas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kini tiap hari rasanya kita memang senantiasa disuguhi aneka produk yang menawarkan sejumput inovasi demi sebuah kenikmatan hidup. Mulai dari produk kamera digital, internet banking, media televisi diatas screen telpon genggam, hingga produk celana-dalam-sekali-pakai-kemudian-dibuang. Hidup memang terus bergerak, dan setiap perusahaan seperti dipacu untuk terus meluncurkan aneka produk baru. Dengan kata lain, tanpa inovasi, sebuah perusahaan hampir pasti akan terpelanting mati dalam sirkuit persaingan bisnis yang kian brutal. Persoalannya kemudian adalah : bagaimana caranya suatu perusahaan bisa menjadi lebih inovatif; bukan hanya dalam aneka produk yang dibuat, namun juga dalam rangkaian proses pengelolaan manajemennya? Sejumlah penyelidikan menyebut tiga aspek kunci yang layak digenggam dalam perlombaan menjadi sang jawara inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang pertama adalah, penciptaan iklim inovasi dalam denyut kehidupan suatu perusahaan. Tentu saja harus segera disebut bahwa penciptaan iklim ini tidak hanya dapat dilakukan melalui aneka slogan atau lips service belaka. Iklim ini hanya bisa mekar melalui sistem pengelolaan manajemen yang demokratis, bergerak cair dalam lintas departemen, dan diusung melalui pola kepemimpinan yang terbuka terhadap beragam ide baru, betapapun radikalnya ide baru itu. Dalam kenyataannnya, pola kepemimpinan yang demokratis bahkan disebut sebagai faktor kunci bagi mekarnya kreativitas diantara para karyawan. Tanpa pola kepemimpinan yang empowering, maka barisan karyawan yang penuh daya kreativitas sekalipun, niscaya akan layu dan tenggelam dalam frustasi lantaran ide-idenya selalu terbentur dengan tembok birokrasi yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang kedua, adalah adanya visi dan arah yang jelas mengenai strategi perusahaan menghadapi lansekap pasar masa depan. Tanpa strategi yang jelas, acapkali proses inovatif yang telah dimunculkan hanya akan berputar-putar ditempat tanpa mampu diterjemahkan menjadi produk unggul yang menguntungkan dan menang di pasaran. Kisah klasik yang tragis mengenai kehebatan para peneliti di Xerox mungkin layak disebut disini. Pada tahun 70an, para peneliti Xerox inilah yang pertama kali menemukan teknologi printer laser, juga teknologi mouse, dan juga tampilan windows yang kini menghiasi setiap layar komputer. Namun tragisnya, para petinggi Xerox tidak mampu melihat itu semua sebagai strategi penciptaan produk yang menguntungkan. Pada akhirnya, perusahaan lainnya yang kemudian mengeksploitasi beragam temuan inovatif itu menjadi aneka produk legendaris. Pesannya barangkali jelas : sebuah perusahaan mesti menempatkan segenap proses inovasinya dalam payung strategi yang jelas mengenai masa depan. Tanpa itu, maka proses inovasi yang melelahkan hanya akan berujung pada kegagalan yang tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang terakhir yang juga layak diperhatikan ketika perusahaan hendak berinovasi adalah mengalokasikan dana R &amp; D yang memadai. Sebabnya jelas : bagaimana mungkin kita akan mampu menciptakan produk yang inovatif dan berkelas dunia jika kita tidak pernah punya laboratorium yang handal dengan dukungan dana yang melimpah? Intel hingga hari ini tetap menjadi the best karena mereka tak segan menggelontorkan dana miliyaran dolar buat R&amp;amp;D, demikian juga dengan IBM dan Microsoft. Sementara MERCK, perusahaan farmasi kelas wahid lainnya, tak segan membajak para ilmuwan pemenang nobel untuk memperkuat divisi pengembangan produk barunya. Pendeknya, berambisi menjadi perusahaan yang inovatif tanpa ditopang oleh R&amp;amp;D yang serius ibarat pesulap yang tengah menggosok lampu Aladin : berharap bahwa produk-produk inovatif bisa datang tiba-tiba dari langit ketujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menjadi perusahaan yang inovatif memang tidaklah mudah. Dibutuhkan energi, nafas yang panjang dan juga dana yang besar untuk melaksanakan tiga aspek diatas secara optimal. Namun kini ketika hidup terus bergerak kearah yang makin hiper-modern, barangkali pilihannya memang tinggal inovasi atau mati. Mati pelan-pelan dalam kuburan produk-produk usang yang membosankan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32813655-115571013865879217?l=gagasansdm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gagasansdm.blogspot.com/feeds/115571013865879217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32813655&amp;postID=115571013865879217' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32813655/posts/default/115571013865879217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32813655/posts/default/115571013865879217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gagasansdm.blogspot.com/2006/08/corporate-innovation.html' title='Corporate INNOVATION'/><author><name>Praktisi Manajemen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05227281979287870793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
